Sejarah islam





Berapa jumlah penduduk Israel 2023?
Melansir Worldometer, Senin (9/10/2023) jumlah penduduk Israel saat ini adalah sekitar 9.211.928 jiwa dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 1,496%

Berapa penduduk Palestina 2023?
Adapun populasi tersebut tak hanya berada di wilayah Palestina, melainkan tersebar di berbagai penjuru dunia. Pada pertengahan 2023, warga Palestina yang tinggal di negerinya sendiri berjumlah sekitar 5,5 juta orang

Israel/Luas
22.145 km

Palestina/Luas
6.020 km²

Indonesia/Luas
1,905 juta km²
Adapun Indonesia menempati peringkat ke-15, dengan total luas wilayah 1,9 juta km persegi. Luas daratan Indonesia tercatat 1,81 juta km persegi atau 1,2% dari total luas daratan dunia.

Indonesia/Populasi
273,8 juta (2021)

Pasukan Pertahanan Israel memiliki pasukan cadangan yang terdiri dari 465.000 anggota dan 8.000 nya lagi adalah bagian dari paramiliter. Ditinjau dari berbagai laporan media hingga saat ini, diperkirakan ada 300.000 pasukan Israel sudah ditempatkan di perbatasan Jalur Gaza.3 hari yang lalu.


Penduduk Indonesia 2023 ada berapa?
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, jumlah penduduk di Indonesia kini telah mencapai sebanyak 278,69 juta jiwa pada pertengahan 2023.

Total populasi militer Indonesia adalah 277,329,163 jiwa. Adapun jumlah total tenaga militer Indonesia diperkirakan mencapai 1,080,000 orang.

Berapa jumlah anggota TNI di Indonesia?
Adapun jumlah personel militer aktif Indonesia tercatat sebesar 400.000, jumlah personel cadangan tercatat sebesar 400.000, dan jumlah paramiliter tercatat sebanyak 280.000.

Militer Indonesia 2023 peringkat Berapa?
Tentara Nasional Indonesia (TNI) menduduki peringkat 13 dalam daftar kekuatan militer 2023 oleh Global Fire Power yaknin situs pemeringkatan militer dunia.

Berapa kekuatan militer Israel?
Dikutip melalui laman Al Arabiya, Pasukan Pertahanan Israel mempunyai sekitar 165.000 anggota militer aktif. Sedangkan untuk Angkatan Darat sekitar 126.000

Tentara Israel berada di nomor berapa?
Situs Global Fire Power (GFP) merilis indeks kekuatan militer negara-negara di dunia pada 2021. Melalui rilis itu, posisi Indonesia ini berada di atas peringkat negara-negara seperti Spanyol, Australia, dan Israel yang masing-masing bertengger di posisi 18, 19, dan 20


Berapa Jumlah Tentara Israel 2023?
Melansir Al Jazeera, menurut Neraca Militer 2023 Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS), Israel memiliki 169.500 personel militer aktif di angkatan darat, angkatan laut, dan paramiliter. Sebanyak 465.000 lainnya merupakan pasukan cadangan, sementara 8.000 lainnya merupakan bagian dari paramiliter.

Kemudian dari segi kekuatan darat, Indonesia memiliki 314 unit tank, kendaraan tempur baja sebanyak 12,008 unit, Senjata Artillery 153 unit, roket 63, meriam tembak 414 unit.

Fighters mendominasinya dengan 241 unit atau sekitar 40,1%, kemudian disusul oleh trainers dengan 153 unit atau sekitar 25,5%. Sementara untuk kekuatan darat (Landpower), total tank Israel sebanyak 2.200 yang menduduki peringkat 12 dari 145 negara.

Gaza itu milik siapa?
Gaza itu adalah wilayah yang dulu milik Mesir, kemudian diambil oleh Israel setelah perang 1967. Tapi kemudian perundingan Oslo 1993 wilayah Gaza merupakan wilayah otoritas, jadi bukan wilayahnya Palestina
Hamas adalah akronim dari frasa bahasa Arab حركة المقاومة الاسلامية atau Harakat al-Muqawama al-Islamiyya, yang berarti "Gerakan Perlawanan Islam". Kata Arab Hamas juga berarti pengabdian dan semangat di jalan Allah. Piagam Hamas menafsirkan namanya yang berarti "kekuatan dan keberanian".

Apa tujuan Hamas?
Hamas, yang didirikan pada 1987, bertujuan untuk memerangi pendudukan Israel dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Meskipun mereka menggunakan taktik perlawanan bersenjata, mereka juga berperan dalam penyediaan layanan sosial kepada warga Palestina.

Apa yang menjadi penyebab konflik Israel Palestina?
Penyebab konflik Israel dan Palestina adalah keduanya ingin mendirikan negara di tanah yang sama. Keinginan ini kemudian melahirkan gerakan zionisme. Zionisme adalah upaya keagamaan dan politik yang membawa ribuan orang Yahudi dari seluruh dunia kembali ke tanah air kuno mereka di Timur Tengah.

Apakah Indonesia membantu Palestina?
Pemerintah Indonesia kembali memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina, pada senin dinihari. Bantuan seberat 26,5 ton merupakan bagian dari pengiriman tahap pertama yang sebelumnya dilepas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Sabtu 4 November 2023 lalu.

Berapa korban di Palestina?
5 hari lalu
Selama periode 7 Oktober-2 November 2023, lebih dari 9.100 warga Palestina tewas akibat perang antara Israel dan kelompok militan Hamas. Korban Palestina paling banyak berada di Jalur Gaza, yakni korban jiwa 9.061 orang dan korban luka 22.911 orang.
Meningkat 22 november 2023. 14 000 orang
Berapa negara yang tidak mengakui Israel?
Sejak deklarasi kemerdekaannya, Israel sudah diakui sebagai negara berdaulat oleh 165 negara dari 193 anggota PBB. Dengan begitu, masih ada 28 negara anggota PBB yang tidak mengakui status Israel sebagai negara.

Siapa nenek moyang Palestina?
Melansir Tetes Hikmah, nenek moyang bangsa Palestina adalah orang Kan'an, keturunan Nabi Nuh 'Alaihis Salam. Nabi Nuh 'Alaihis Salam diperkirakan hidup sekitar 3.993-3.043 Sebelum Masehi dan diangkat menjadi Nabi sekitar 3.650 SM.

Apakah PBB mengakui negara Palestina?
Salah satu negara yang paling terkenal dalam daftar negara yang tidak diakui PBB adalah Palestina.

Mengapa Palestina tidak diakui oleh negara?
Negara yang paling tidak mau mengakui Palestina sebagai negara adalah Israel. Melansir Vox, konflik Palestina-Israel bermula dari Bangsa Yahudi ingin mendirikan negara Israel dan bangsa Palestina ingin mendirikan negara Palestina. Keduanya ingin mendirikan negara di wilayah yang sama sehingga muncul konflik.

Selama lebih dari 75 tahun Israel menjajah Palestina.

Apa keistimewaan negara Palestina?
Selain adanya Masjidil Aqsa, Palestina begitu istimewa bagi umat Islam karena menjadi bagian dari negeri Syam bersama Yordania, Suriah, dan Lebanon. Keistimewaan Palestina dalam bagi umat Islam tidak terlepas dari negara ini sebagai bagian dari Negeri Syam di masa lalu.

Palestina dulu namanya apa?
Nama klasik wilayah Palestina adalah Kan'an karena dalam sejarah tercatat bangsa yang pertama kali bermukim di Palestina adalah Bangsa Kan'an yang datang dari Jazirah Arab.

 - Dalam konflik Israel-Palestina, sering kita dengar mengenai kelompok Hamas. Apa itu kelompok Hamas?

Dalam buku Islam Moderat dan Isu-Isu Kontemporer (2019) karya Ayang Utriza Yakin, DEA., Ph.D., disebutkan bahwa Hamas adalah gerakan nasionalis-agamis yang menggabungkan dakwah damai Islam dengan strategi perjuangan bersenjata. Kelompok ini berjuang membebaskan Palestina dari penjajahan Israel.


Dalam artikel ini, akan kita ulas secara lengkap apa itu Hamas, mulai dari sejarah pembentukan, para tokoh, hingga kegiatannya.


Sejarah Hamas

Nama Hamas berasal dari 'Harakat al-Muqawamah al-Islamiyyah' yang berarti Gerakan Pertahanan Islam. Hamas memiliki makna 'semangat'.


Meski organisasi ini berdiri pada 14 Desember 1987, Hamas sebetulnya sudah ada jauh sebelum munculnya konflik Israel-Palestina.


Hamas sebelumnya merupakan bagian dari Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir. Anggota IM di Palestina mendirikan cabang IM di Palestina pada 1946. Setelah Israel berdiri, IM Palestina mulai berjuang setelah perang tahun 1967.


Setelah intifadah pertama pecah, pimpinan IM Palestina mendirikan organisasi yang lebih terarah dan tertib untuk mencapai satu tujuan, yaitu Hamas. Selain Hamas, ada juga kelompok Fatah yang bertujuan sama, namun mengedepankan negosiasi dan perdamaian.


Setelah perjanjian damai Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization) yang diwakili oleh Fattah Yasir Arafat ditolak Israel pada 1993, Hamas semakin terlihat dengan perjuangannya melalui angkat senjata.


Hamas kemudian tidak sekadar berjuang dengan berperang, tetapi juga melakukan kerja sosial. Hal inilah yang membuat masyarakat Palestina semakin simpati dengan mereka. Kelompok ini kemudian menjadi partai politik dan memenangi Pemilu 2006.


Tokoh Hamas

Tokoh Hamas ada beberapa orang. Berikut ini lima tokoh Hamas yang dikutip dari penelitian di ui.ac.id:


1. Syekh Ahmad Yasin

Dalam Perang Enam Hari antara Arab dengan Israel tahun 1967, usia Yasin baru 12 tahun. Dia pun terpaksa pindah ke Gaza. Tahun 1982, dia memimpin "Mujahidin Palestina" sampai dipenjara selama 13 tahun.


Saat Hamas terbentuk, dia diangkat sebagai pemimpin spiritual di kelompok tersebut. Namun tekanan yang keras dari para pejuang Palestina membuat Israel membebaskan Yasin pada 1 Oktober 1997.


Yasin meninggal dunia pada tanggal 22 Maret 2004 usai melaksanakan sholat Subuh. Israel saat itu membombardir Palestina dengan misil helikopter.


2. Abdul Aziz Ar-Rantisi

Abdul Aziz Ar-Rantisi juga termasuk orang yang membidani kelahiran Hamas bersama Syekh Ahmad Yasin. Rantisi pernah belajar ilmu kedokteran di Mesir selama 9 tahun dan mendapatkan sertifikat sebagai dokter.


Tahun 1976 dia kembali ke Gaza dan bergabung dengan Ikhwanul Muslimin Palestina. Dia juga sempat ditangkap Israel, namun dia dibebaskan pada tahun 1997.


Sebulan setelah kematian Yasin, tentara Israel membunuh Rantisi melalui serangan misil yang diarahkan ke mobilnya pada tanggal 17 April 2004.


3. Ismail Haniya

Ismail Haniya lahir di salah satu kamp pengungsian di Gaza, yaitu Ash-Shati. Dia tumbuh dibina oleh Ikhwanul Muslimin.


Setelah pembebasan pimpinan Hamas tahun 1997, Haniya diangkat oleh Syekh Ahmad Yasin sebagai kepala kantor Hamas. Dia terpilih menjadi pemimpin Hamas yang akan mengikuti Pemilu Legislatif Palestina tahun 2006.


4. Khaled Meshaal

Khaled Meshaal adalah pejuang Palestina yang pernah diasingkan. Dia adalah pemimpin politik Hamas di Suriah dan pemimpin Hamas sejak pembunuhan Syekh Ahmad Yasin pada tahun 2004.


5. Nizar Rayyan

Nizar Rayyan adalah komandan militer senior Hamas. Dia sempat menjadi seorang profesor syariat Islam di Universitas Islam di Gaza. Dia meninggal dunia dalam agresi militer Israel di Jalur Gaza.


Kegiatan-kegiatan Hamas

Kegiatan Hamas bisa dibagi menjadi dua, yaitu bidang sosial keagamaan dan bidang politik militer.


Berikut ini sejumlah kegiatan Hamas yang dikutip dari buku Hamas, Ikon Perlawanan Islam Terhadap Zionisme Israel (2009) oleh Bawono Kumoro:


Bidang Sosial Keagamaan

Hamas bukan kelompok yang hanya berjuang lewat pertempuran, tetapi juga merupakan gerakan Islam yang kegiatannya seperti memakmurkan masjid. Gerakan-gerakan seperti inilah yang membuat Hamas sangat mengakar pada tingkat akar rumput.


Hamas juga menyediakan fasilitas kesehatan, pendidikan, amal, pembangunan panti asuhan, pembentukan kelompok-kelompok olahraga, seni, dan budaya.


Kegiatan Hamas sangat mengandalkan sumbangan yang tidak mengikat, baik dari lingkungan internal Palestina maupun eksternal.


Bidang Politik dan Militer

Di bidang politik dan militer, Hamas melanjutkan yang dilakukan Ikhwanul Muslimin.


Pada tahun 1987-1993, Hamas lebih banyak melakukan propaganda lewat penerbitan buku-buku, pamflet, brosur, dan sebagainya untuk membangkitkan semangat rakyat Palestina.


Hamas juga mengembangkan berbagai bentuk perlawanan sipil, seperti demonstrasi, boikot, kerusuhan massal, dan berbagai tindakan non-kooperatif lainnya. Dan tentunya Hamas juga berjuang melawan Israel dengan mengangkat senjata.


Demikian tadi telah kita ketahui bahwa Hamas adalah gerakan perjuangan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan Israel. Telah kita ketahui pula sejarah, para tokoh, hingga kegiatan Hamas.










 

"

Anas-Muhammad / Shutterstock

Konflik Israel-Palestina adalah salah satu konflik era modern paling lama dan paling ganas yang belum selesai sampai sekarang. Ada berbagai hal yang jadi penyebab terjadinya konflik ini, termasuk keterlibatan berbagai aktor, salah satunya adalah Hamas.


Kami mencoba menggambarkan enam ciri khas dari Hamas, sebuah organisasi dengan tujuan konkret, ideologi yang relatif jelas dan pendekatan metodologis yang dapat diidentifikasi untuk mencapai tujuan.


Hamas adalah organisasi yang digagas oleh pemimpin agama (syekh) Ahmad Yasin dan Didirikan pada tahun 1987 saat konflik Palestina-Israel memuncak.


Hamas muncul sebagai oposisi terhadap Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) , yang saat itu dipegang oleh pimpinan pemerintah Palestina Yasser Arafat, yang terinspirasi oleh sosialisme dan nasionalisme. Para pendiri Hamas berpendapat bahwa PLO gagal membela kepentingan rakyat Palestina dan justru cenderung mendukung apa yang mereka lihat sebagai penjajah Israel atas wilayah Palestina.


1. Apa ideologi Hamas?

Ideologi Hamas menggabungkan nasionalisme dan Islamisme politik Ikhwanul Muslimin yang berasal dari Mesir .


Dalam hal agama, mereka bisa dikatakan beraliran Salafi, dan karena itu menganut interpretasi Islam yang ketat. Dengan demikian, jalan politik mereka adalah menggerakkan negara Palestina (nasionalisme) menuju yang diatur oleh syariat alias hukum Islam.


2. Apa yang mereka inginkan?

Apa yang diinginkan oleh Hamas dengan jelas adalah pendirian sebuah negara Palestina.


Namun, yang masih dipersoalkan adalah wilayah negara tersebut. Sejak awal Hamas menginginkan sebuah negara Palestina yang mencakup Tepi Barat, Gaza, dan wilayah yang sekarang diduduki oleh negara Israel. Bahkan, mereka menentang keras perjanjian Perdamaian Oslo 1993 antara PLO dan pemerintah Israel.


Dalam hal ini, mereka sama saja menolak untuk menjadi bagian dari Otoritas Nasional Palestina, otoritas yang mulai diakui secara internasional–meskipun tidak secara bulat–sebagai otoritas Palestina yang sah dan cikal bakal negara Palestina di masa depan.


3. Penyangkalan terhadap negara Israel

Meskipun ada perubahan dalam pernyataan-pernyataan publik para pemimpinnya, penyangkalan terhadap keabsahan Israel sebagai sebuah negara menjadi tekanan bagi Israel.


4. Metode operasi Hamas

Cara Hamas untuk mencapai tujuan politiknya adalah dengan menggabungkan mobilisasi sosial, organisasi politik, dan negosiasi dengan penggunaan kekerasan. Oleh karena itu, Hamas secara umum dianggap sebagai kelompok jihadis, dalam artian mereka tidak meninggalkan kekerasan sebagai strategi politik untuk mencapai tujuan.


Perlu klarifikasi lebih lanjut mengenai modus operandi Hamas. Namun, Hamas bukanlah kelompok jihadis pada umumnya, tidak seperti Al-Qaeda atau ISIS, yang membentuk perjuangan bersenjata secara eksklusif.


Hamas, seperti Ikhwanul Muslimin di Mesir , meningkatkan aktivitas kekerasan sebagai strategi untuk menyertai negosiasi politik. Oleh karena itu, Hamas dapat mengikuti pemilihan umum dan duduk untuk bernegosiasi, sambil merencanakan dan melaksanakan aksi-aksi teror terhadap warga sipil dan militer, seperti yang dilakukan akhir pekan lalu ke Israel.


5. Klasifikasi Hamas sebagai kelompok teroris

Pelabelan Hamas hanya sebagai kelompok teroris yang merupakan hal yang rumit. Komunitas internasional, yang diidam-idamkan oleh badan-badan internasional, memang berupaya mengobjektifikasi dan menguraikan definisi terorisme secara ketat , namun klasifikasinya masih sumir.


Meski demikian, PBB bersama Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, Australia, Paraguay, Organisasi Negara-Negara Amerika, dan Mesir tetap memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris . Sementara negara-negara lain seperti Swiss, Norwegia, Rusia, Brasil, Turki, dan Cina, tidak dimasukkan.


Dengan mempertimbangkan hal-hal di atas, kita dapat melihat dengan jelas anomali dalam hal pengakuan Hamas sebagai teroris.


Ikhwanul Muslimin di Mesir , yang saat ini sudah dilarang, juga pernah menjadi gerakan politik yang sah di waktu yang berbeda dan di mata aktor-aktor yang berbeda pula.


6. Apakah ini sebuah gerakan politik?

Hamas menganggap dirinya (dan merupakan) sebuah gerakan politik. Bahkan, mereka memohon kepada Pengadilan Uni Eropa untuk menghapusnya dari daftar kelompok teroris Uni Eropa, yang sudah tercatat sejak tahun 2001.


Pada tahun 2014, Pengadilan untuk sementara mendesak Uni Eropa untuk menghapus Hamas dari daftar tersebut, meskipun akhirnya memutuskan pada tahun 2019 bahwa Hamas harus tetap berada dalam daftar tersebut. Ini membuat dana hamas terus menerus ketika terdeteksi.


Di Palestina, Hamas juga beroperasi sebagai partai politik. Puncak dari situasi ini terjadi pada tahun 2006, ketika Hamas ikut serta dalam Pemilu Palestina , bersaing dengan partai besar lainnya yang lebih sekuler, Al-Fatah, dan menang dengan suara mayoritas.


Namun, masyarakat internasional tidak mengakui hasil pemilu tersebut dan krisis internal besar lainnya pun terjadi. Hal ini membuat krisis belum sepenuhnya terselesaikan hingga kini dan membuat Al-Fatah berkuasa di Tepi Barat sementara Hamas, secara de facto , berkuasa di Gaza.


Meskipun pada tahun 2017 Hamas kembali mengakui Otoritas Nasional Palestina untuk memerintah di Gaza, pengaruh Hamas terhadap wilayah yang mempekerjakan lebih dari dua juta orang ini tetap signifikan.


Fragmentasi dalam kontrol keseluruhan wilayah Palestina oleh Otoritas Nasional Palestina (pemerintah yang diakui secara internasional yang mewakili seluruh rakyat Palestina), dan fakta bahwa Hamas menguasai Gaza secara de facto , merupakan argumen yang digunakan Israel untuk membenarkan kebijakan yang keras dan memasang barikade serta blokade di wilayah tersebut.


Dengan demikian, konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade ini bukannya mereda, malah semakin intens dan mengutuknya, dan kini berwujud upaya balas dendam Israel atas aksi teror terbaru Hamas"



Sumber berita



Gza city
Gaza
Gaza
Gaza

Gaza

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NASAB